Tampilkan postingan dengan label KASIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KASIS. Tampilkan semua postingan

Cerita Ramadhan || π“œπ“Ύπ“±π“ͺ𝓢𝓢π“ͺ𝓭 𝓓π“ͺ𝓯𝓲

Oleh: "SDN 10 Muntok" | B.I.S.A

VIDEO
Continue Reading | comments (3)

Cerita Ramadhan || 𝓖𝓱π“ͺ𝓡𝓲𝓷 𝓝𝓲𝓼π“ͺ π“˜π”ƒπ”ƒπ“ͺ𝓽𝓲

Oleh: "SDN 10 Muntok" | B.I.S.A

Malam Selasa aku pertama kali Shalat Tarawih. Pada hari seninnya aku pergi ke Pangkal Pinang menjenguk sepupu sakit aku sampai Mentok jam 06.05 WIB, tepatnya maghrib, aku langsung cepat-cepat ambil wudhu untuk bersiap Sholat Maghrib, setelah aku sholat aku bersiap untuk ke masjid shalat tarawih. Setelah sampai ternyata masih sepi baru ada 4 orang, tapi sedikit demi sedikit orang-orang makin ramai Shalat TaraweαΈ₯.

Sebelum Shalat Tarawih aku dan orang-orang menunaikan ibadah Isya, baru sholat Tarawih 8 rakaat Shalat Tarawih, 3 shalat witir,  jadi 18 Rakaat.


Singkat Cerita setelah selesai shalat aku langsung pulang, aku langsung membantu ibu aku masak untuk Sahur. Setelah selesai aku main Hp sebentar lalu aku disuruh tidur sama ibu aku. Singkat cerita jam setengah 4 aku dibangunkan….aku lalu makan sahur. 


Setelah selesai makan aku bermain sama sepupu aku kebetulan dia tidur di rumah neneknya, baru umur 2 tahun. Sambil menunggu adzan Subuh.


Sudah Adzan aku shalat, selesai shalat aku mandi, setelah mandi aku tidur sebentar.  Jam 7 aku bangun lalu aku membersihkan kulkas setelah itu aku main Hp lalu jam setengah 11 aku tidur, dan bangun ketika waktu orang azan zuhur. Aku sholat, jam 1 aku main ke rumah tetangga, terus kita main jual-jualan, jam setengah 4 aku pulang karena adzan ashar aku langsung angkat piring, nyapu rumah, mandi dan sholat.


Selesai sholat ayah aku ngajak pergi jalan (ngabuburit). Aku beli takjil (es dan kue) juga yang lain. Terus sampai di rumah aku bentang karpet dan nyiapin untuk berbuka. Kita berbuka di bawah, kecuali nenek aku duduk di kursi karena sakit kaki. Kita tadi (puasa 1) buka bareng keluarga di rumah yaitu aku, acu, oom, anga, ayah, ibu, abang, nenek, dan tante aku. Kecuali kakek karena sudah meninggal dunia dari aku umur 2 tahun.


Setelah berbuka aku Shalat Maghrib. Setelah itu pergi ke masjid untuk Sholat Isya dan Tarawih. @

Continue Reading | comments (2)

Cerita Ramadhan || 𝓀𝓯π“ͺ𝓲𝓻π“ͺ 𝓒π“ͺ𝓢𝓼𝓾𝓭𝓲𝓷

Oleh: "SDN 10 Muntok" | B.I.S.A

ASSALAMU'ALAIKUM

Hai hai hai, Hallo Semuanya !!.

Gimana puasanya ? Ini baru hari pertama KOK, Semangat Yahh !! Biar makin Semangat puasanya, mending baca Cerita aku ajah. 


Judulnya Ramadhan Day I

Kalo kalian juga punya nggak Cerita di hari pertama Puasa. 

Mungkin keseruannya atau bahkan, Keanehan dan Kelucuan Selama kalian berpuasa?

Ceritain dong,, ya udah kalau gitu aku duluan yah.


Tong Tong Tong, bunyi kentongan serentak

dengan teriakan anak laki laki yang berbunyi "Sahur Sahur, Ibu-Ibu bapak-bapak, Sahur…sahur ". Huft, Suara itu membuat ku terbangun dan teringat akan Sahur pertama di

bulan Ramadhan ini. Rasa mengantuk yang tak tertahan membuat ku tak nafsu makan. Bukankah begitu kawan?


Untuk mengejar waktu imsak aku hanya minum air tawar. Tak lama pun IMSAK sudah tiba, dan dilanjutkan dengan Adzan Subuh yang berkumandang. Sehabis Sholat Subuh mending tadarusan aja, walau 1 ayat pun nggak masalah. No problem problem !!!


Bentar…bentar  aku ada pantun Nih!!


Pagi hari Sangatlah Cerah

Cuaca yang bagus untuk berkeliling rumah

Semoga harimu penuh berkah

Jika ditambah dengan membersihkan halaman Rumah


Halaman rumah yang tadinya tampak kotor kΔ±nΔ± menjadi bersih kembali. aku pun segera mandi karena merasa gerah dan bau keringat ewww hihi, maaf kan aku!


Bercanda bercanda…maaf aku cuma bercanda


Sekitar jam 10an aku sudah bangun dari tidurku. Sekitar 3 jam-an kurang lebih itu sangat lama karena tidaklah bermanfaat Jika hanya tiduran saat puasa ini. Alangkah baiknya kita tadarusan dan melanjutkan sholat Wajib Dzuhur.


Terik nya Siang hari ini…huft Sangat lah dan merasa haus. Senangnya, aku dan teman teman ku mempunyai ide untuk bermain Quiz Islami, waktupun terus berjalan, tak terasa hari Sudah pukul 15.92. Mungkin sehabis Sholat Ashar kami akan melanjutkan bermain lagi


Tidak disangka ternyata ada orang baik yang berbagi Takjil gratis. tentu, kami sebagai warga heboh menyerbu tempat itu, dan bisa membawa pulang masing-masing 1.


Tak hanya Sampai disini, aku dan ibuku juga membeli beberapa takjil di jalanan. Memang banyak maunya ya, sekali berbuka eh, minum air putih langsung kenyang.

YANG BENER ATE RUGI DONG

Sampai dirumah aku mandi dan membantu ibuku membuat es buah Semangka. Tak lupa membersihkan rumah yang terdapat debu dan sampah yang berserakan.


1….2…..3….. Allahu Akbar….. Allahu Akbar……suara adzan terdengar. Alhamdulillah berbuka juga, menu buka kalian apa nih? pasti banyak kan? Abis nggak?, ya hahaha Namanya juga NAFSU.


Setelah kenyang kita Sholat maghrib dulu. yaa. Abis Sholat lanjut abΔ±sΔ±n makanan nya, Nyam…..Nyam….Nyam… eh uda tarawih aja, kali ini aku nggak pergi ke masjid, biasa…..nggak ada yang anterin. Jadinya aku sama Ibu ku dirumah. Istirahat dulu main Hp,

dan belajar. Nggak tau kenapa, nggak bisa tidur. Tapi sebelum tidur jangan lupa wudhu dan gosok gigi yaa!!!


Oke deh ini, cerita ku. Gimana cerita kalian? Maaf campur aduk. Intinya bulan Ramadhan ini luar bisa, bukan cuma kegiatannya yang mungkin berbeda, tapi juga pahala nya NGGAK MAIN-MAIN LOH.@

Continue Reading | comments (4)

Cerita Kami, Sebuah Karya guru dan siswa, Cuplikan Kisah-kisah Anak Jerieng Kampung Pal 4 Mentok

Oleh: "SDN 10 Muntok" | B.I.S.A

 


”Cerita Kami; Spirit of Kajak ilah Mo, Cuplikan Kisah-kisah Anak Jerieng Kampung Pal 4 Mentok”. 

Adalah sebuah karya yang menjadi kebanggaan.

Sebagai buku kumpulan tulisan karya guru dan siswa, tulisan yang dimuat dalam buku ini menjadi bukti bahwa sebenarnya siswa itu mampu memberikan karya, meski hanya sekedar seadanya saja, sesuai dengan batas kemampuan yang mereka miliki. 

SPIRIT OF KAJAK ILAH MO

Kajak ilah mo adalah bagian dari ungkapan yang ada pada bahasa Jerieng di Bangka, yang berarti sebuah penegasan akan sesuatu (mengiyakan). Misalnya jika disebutkan "kau pandei temen bekisah" di jawablah dengan penegasan "kajak ilah mo" ('kamu pandai sekali bercerita' dijawab 'memang begitulah/iya betul'). Kajak itu bisa berarti emang, dan kadang menyesuaikan dengan kalimat. Ilah itu merupakan pemaknaan dari iya dan atau betul, tergantung kalimatnya. Sedangkan 'mo' adalah sebagai kata pelengkap, tidak memiliki arti secara khusus.

Pernyataan ini (kajak ilah mo) merupakan petikan kalimat pendek yang akrab di tengah masyarakat yang berbahasa Jerieng, pun demikian sekarang juga sudah akrab di pulau Bangka, khususnya di Mentok.

Jerieng sendiri merupakan bagian dari rumpun Melayu yang ada di Bangka, yang dikenal penduduknya dengan orang darat (kadang juga disebut orang gunung) dan orang laut (Sekak). Melayu Jerieng ini merupakan bagian dari orang darat.

Jerieng adalah salah satu kelompok masyarakat Melayu Bangka yang tinggal di wilayah Kecamatan Simpang Teritip dan sekitarnya, termasuk dalam hal ini kampung Pal 4 Daya Baru Mentok. 

Secara budaya, sebagaimana dalam tulisan Suryan (2018) yang berjudul "Orang Jerieng di tengah Masyarakat Bangka" menyebutkan bahwa tidak banyak perbedaan dengan komunitas melayu lainnya yang ada di Bangka, hanya pada bahasa yang sedikit unik, baik dari tata cara pengucapan maupun logat kata. 

Masyarakat Jerieng tergolong mudah beradaptasi dan penyesuaian, karena secara dialek dan logat bahasa tidak banyak hal-hal yang rumit dari pelafalannya, dari segi adat istiadat dan budaya juga tidak banyak perbedaan.

Untuk sejarah dan asal usul Jerieng sendiri hingga saat ini belum diketahui secara pasti, hanya saja menurut pendapat dan pandangan yang ada bahwa Jerieng di Bangka ada hubungannya dengan Jering di Pattani, Thailand Selatan. Namun demikian, ini hanyalah perkiraan semata, sehingga tidak dapat dijadikan acuan atau dasar.

Secara legenda dikutip dari Sardi (2010), disebutkan bahwa pada Zaman kerajaan Sriwijaya ada seorang pendekar mengasingkan diri bersama istrinya ke Pulau Bangka, tepatnya di sekitar kaki Gunung Maras. Konon sepasang pendekar ini melahirkan 12 anak yang setelah besar mengembara ke pelosok Pulau Bangka. Ke arah Bangka Barat mengembaralah anaknya yang bernama Jerieng dan kemudian menetap di Sungai Besar (yang nantinya disebut Sungai Jerieng). 

Versi lainnya disebutkan bahwa itu bermula ketika ada dua orang putra putri Kerajaan Melayu yang melanggar titah kerajaan dan diasingkan ke Pulau Bangka bagian barat. Pengasingan tersebut disertai dengan dayang-dayang dan prajurit kerajaan. Tempat pengasingan itu kini disebut warga setempat dengan Tanah Tua.

Dalam karya AA Bakar yang berjudul “Cerita Tanah Tua”, yang ia tulis pada Desember 1975 menyebutkan bahwa asal mula cerita tanah tua adalah ketika pada zaman dahulu kala, di kampung Kundi (sekarang), rimbawai, rimba puput, dan sekitarnya pada zaman itu masih merupakan pantai, termasuk juga sungai Jerieng masih menjadi laut yang amat besar. Barisan dari kanan menuju ke Mentok pada masa itu masih merupakan pantai. 

Pada suatu hari, seorang dari penduduk kampung Pangak (Pangek sekarang) dalam kelurahan Peradung (Peradong sekarang) kecamatan Mentok pergi memancing ikan di pinggir pantai. Pantai waktu itu sekarang posisinya di rimbawai. Maka pada suatu hari terlihatlah olehnya sebuah benda terapung-apung menuju pantai dan akhirnya menepi. Masih dalam kondisi terapung benda itu, tiba-tiba terhenti karena kandas di beting. Tidak lama kemudian, yang tadinya laut yang luas menjadi daratan semuanya, seluas mata memandang. Tiba-tiba dilihatnya dari benda terapung (gong gamelan) tadi turun sesosok manusia, yang tak lain adalah seorang putri cantik.

Asal mula putri cantik hanyut adalah ketika di kampung halamannya terjadi banjir yang luar biasa. Semua kampung kena banjir hingga tenggelam, untung saya di dekat dua kakak beradik (putri dan pangeran) ada dua buah Gong gamelan yang besar dan menaikinya. Mereka hanyut sampai beberapa purnama lamanya.

Pada suatu hari, mereka berdua menggunakan pusaka dari kedua orangtuanya, yang kemudian turunlah angin topan disertai dengan hujan yang sangat lebat, hingga tidak terlihat lagi antara satu lain. Setelah cuaca tenang, gong kakak laki-lakinya telah hilang tak terlihat lagi. Sedangkan saya terombang ambing dan terhenti disini. Waktu itu, saat ia turun  tiba-tiba air menjadi kering. Kemudian tanah yang pertama kali menjadi daratan atau Tanah Tua (tanah yang bertuah).

Dalam catatan E.H. Rottger, dengan judul Verslag Eener Bezoekreis Op Het Eiland Banka (1840: 25), ketika ia melakukan perjalanan di Pulau Bangka, ia menyebutkan perjalanan ke Jerieng (dengan tulisan Djering) dari Njalauw (kampung Kapuk), kemudian dari Jerieng ia menuju ke Mentok. 

“Den 10 den Aug. ging ik van Njalauw, over Empang, Maijong , Kaljong en Trentha, naar Djering, (30 Eng. mijlen), waar ik in het huis van een Kampongshoofd gerust sliep, en ook voor geld rijst hebben konde. 

Den 11 den Aug. ging ik van Djering, over Planas en Maijang naar Muntok, (20 Eng. mij len) waar ik des middags ten 3 ure aankwam.” 

Kemudian Thomas Horsfield (1848:380) tentang deskripsi geografis Pulau Bangka, Report on the Island or Banka dalam The Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia, juga menceritakan tentang Jerieng dengan tulisan ‘Dshering’, ia menyebutkan bahwa Sungai Tempilang tidaklah besar, tetapi Jerieng adalah salah satu yang terbesar di pulau ini, dan saat debitnya naik hampir satu mil, naiknya hingga ke dekat kaki Gunung Maras. 

“The river of Tampelang is not considerable, but that of Dshering is one of the largest of the island, and at its discharge nearly a mile wide. It rises in a district of the same name near the foot of the mountain Marass, pursues, upon the whole, a course from north-east to south-west, receives numerous branches, and discharges itself into an extensive bay which will be mentioned in the sequel. ...”

Silakan download 
Continue Reading | comments

PORTAL INFORMASI BANGKA BARAT

isri isri

LOKASI

Flag Counter

Alur SPBM 2026

Alur SPBM 2026

Alur Pelayanan Publik

Alur Pelayanan Publik
SDN 10 Mentok

KARYA SISWA

Lihat lainnya DISINI »

TAHUNAN

Lihat lainnya DISINI »

MITRA

Lihat lainnya DISINI »
sdn10muntok.blogspot.com. Diberdayakan oleh Blogger.
 

Guru (Tenaga Pengajar)

Kepala Sekolah 6A 6B 5A 5B 5B 4A 4B 3A 3B 2A 2B 1A 1B 1B PAI PAI
Lihat lainnya DISINI »
Lihat lainnya DISINI »
Lihat lainnya DISINI »