Hari Senin, 30 Maret 2026 (hari ini), menjadi momen perdana bagi seluruh warga sekolah khususnya di SD Negeri 10 Mentok untuk kembali beraktivitas setelah menikmati libur panjang dalam rangka merayakan bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 2026. Sebagai penanda dimulainya kembali rutinitas akademik, SD Negeri 10 Mentok menggelar Upacara Bendera Hari Senin dengan khidmat dan tertib.
Upacara ini diikuti oleh seluruh elemen sekolah tanpa terkecuali, mulai dari jajaran guru, staf tata usaha, hingga seluruh peserta didik dari kelas 1 sampai kelas 6. Bertindak langsung sebagai Pembina Upacara adalah Kepala Sekolah SD Negeri 10 Mentok, Bapak Isriyanto, S.Pd.SD.
Kelancaran jalannya upacara tidak lepas dari peran luar biasa para petugas yang merupakan peserta didik di SD Negeri 10 Mentok. Bertindak sebagai Moderator adalah Delli (6B), dengan Pemimpin Upacara yang dipimpin oleh Arin Jihan Aqila (6B). Sementara itu, pembacaan teks Pancasila dibawakan oleh Haziq (6A), Ikrar Pelajar Indonesia oleh Lila (5B), dan pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh Aulia Putri (6A). Pembacaan doa dipimpin oleh Azka (6B), tim pengibar bendera yang kompak oleh Ocila (5A), Rahma (6B), dan Arsita (5B), serta Aqila (3A) sebagai dirigen.
Dalam amanatnya, Bapak Isriyanto, S.Pd.SD. mengawali dengan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri dalam suasana bulan Syawal yang fitri ini kepada seluruh guru, staf, dan peserta didik. Beliau juga memberikan pesan penting mengenai waktu kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas yang kini tinggal menyisakan kurang lebih dua bulan saja, yakni sepanjang bulan April hingga Mei. Setelah kurun waktu tersebut, seluruh siswa akan langsung dihadapkan pada pelaksanaan asesmen akhir semester II.
Secara khusus, Kepala Sekolah memberikan perhatian dan pesan mendalam bagi para peserta didik kelas 6. Beliau mengingatkan agar mereka mempersiapkan diri sebaik mungkin, baik secara fisik maupun mental, mengingat serangkaian ujian penting sudah menanti di depan mata, seperti Tes Kompetensi Akademik (TKA), Try Out (TO), dan Asesmen Akhir Jenjang (AAJ). Untuk itu, beliau mengimbau agar siswa kelas 6 mulai mengurangi porsi bermain, tidak mengendarai motor tanpa didampingi orang tua demi keselamatan, serta menjaga pola istirahat yang cukup.
Setelah rangkaian upacara bendera selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi bersalam-salaman antara kepala sekolah, guru, staf, dan seluruh siswa. Tradisi saling berjabat tangan ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan konsep silaturahmi, yang berarti menyambung tali kasih sayang dan persaudaraan. Melalui momen ini, warga sekolah saling memaafkan segala khilaf, memperkuat rasa kekeluargaan, dan memulai lembaran baru proses belajar mengajar dengan hati yang bersih dan damai.@











.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)





























